PROMOSI MEDIA : RadarNusantara7.com siap menjadi mitra publikasi terpercaya | Terima pemasangan iklan | Advertorial | Kerjasama media
20 April 2026
Screenshot_20260225_122349.jpg


Radar Nunsantara7.com – LAMONGAN // di kutip dari beberapa sumber – Sebuah kisah menyentuh hati terjadi di yayasan milik IPDA Purnomo di Kabupaten Lamongan, Kamis (25/02/2026). Seorang pemuda asal Surabaya berinisial DS datang dengan mata sembab dan tubuh gemetar. Di hadapan polisi berjiwa sosial tersebut, ia menangis dan memohon agar diselamatkan dari jerat narkoba yang telah merusak masa depannya.


DS yang seharusnya kini duduk di bangku kelas 3 SMA, terpaksa tertinggal di kelas 2 setelah terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba selama kurang lebih satu tahun terakhir. Tak hanya menjadi pengguna, ia juga mengaku sempat menjadi kurir barang haram demi memenuhi kebutuhan dan ketergantungannya.


Dengan tekad bulat, DS nekat menempuh perjalanan dari Surabaya menuju Lamongan menggunakan ojek online. Tujuannya hanya satu: berhenti total dari narkoba dan memperbaiki hidupnya.


“Saya kasihan lihat orang tua saya. Saya sering marah-marah tanpa alasan di rumah dan menjual barang-barang milik mereka hanya untuk membeli narkoba,” ungkap DS sambil terisak.


Ayah DS diketahui bekerja sebagai pedagang barang bekas (rosokan) di kawasan Perak, Surabaya, sementara ibunya adalah ibu rumah tangga. Kondisi ekonomi keluarga yang pas-pasan semakin membuat DS dihantui rasa bersalah. Ia mengaku tak sanggup lagi melihat kedua orang tuanya menanggung beban akibat perbuatannya.


Pilih Tobat karena Takut Kehilangan Masa Depan
Selain dorongan rasa bersalah kepada keluarga, DS juga mengaku dihantui ketakutan.

Beberapa rekan sesama pengguna dan pengedar telah lebih dulu ditangkap aparat kepolisian. Bayang-bayang jeruji besi dan masa depan yang suram membuatnya akhirnya memberanikan diri mencari pertolongan.


Keputusan untuk datang secara sukarela dinilai sebagai langkah besar dan berani bagi seorang remaja yang terlanjur terjerumus.
Melihat kesungguhan tersebut, IPDA Purnomo menyatakan siap memberikan pendampingan dan rehabilitasi secara gratis melalui yayasan yang ia kelola.


“Mas DS ini hebat karena punya keberanian untuk berhenti. Tidak semua orang punya niat tulus seperti ini. Karena niatnya untuk bertobat dan mengingat kondisi ekonomi orang tuanya, seluruh perawatan di sini kami gratiskan,” ujarnya.


Fokus Pemulihan Fisik dan Mental
Saat ini DS telah resmi menjalani perawatan di bawah pengawasan yayasan. Program pemulihan yang disiapkan meliputi:
Detoksifikasi fisik, guna membersihkan sisa zat adiktif dalam tubuh.


Pendampingan mental dan emosional, untuk menstabilkan kondisi psikologis akibat efek narkoba.
Motivasi dan edukasi lanjutan, agar DS dapat kembali melanjutkan pendidikan yang sempat terhenti.


Kisah DS menjadi pengingat bahwa di balik gelapnya dunia narkoba, selalu ada peluang untuk kembali ke jalan yang benar. Dukungan keluarga, keberanian mengakui kesalahan, serta akses rehabilitasi menjadi kunci bagi generasi muda untuk bangkit dan menata masa depan yang lebih baik.


Sumber: Tim
Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *