
Radar nusantara 7.com//Blitar, Selasa 20 Mei 2026 — Setelah dilakukan pencarian intensif selama beberapa waktu, korban yang dilaporkan tenggelam di aliran Sungai Brantas saat kegiatan flushing Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Jegu Wlingi Raya di Kabupaten Blitar akhirnya ditemukan pada Selasa (20/5/2026) siang.
Korban ditemukan di sekitar kawasan Jembatan Nguri, wilayah Desa Selokajang, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar. Penemuan tersebut sontak menjadi perhatian warga sekitar yang sejak awal mengikuti proses pencarian korban di sepanjang aliran sungai.
Berdasarkan informasi di lapangan, korban saat ditemukan mengenakan pakaian berwarna merah hitam serta membawa kantong karung yang diduga digunakan untuk aktivitas mencari ikan di sungai. Ciri-ciri tersebut kemudian dicocokkan dengan laporan awal orang hilang dan dinyatakan sesuai dengan identitas korban yang sebelumnya dilaporkan tenggelam.

Lokasi penemuan korban diperkirakan berjarak sekitar 15 kilometer dari titik awal kejadian di area Sungai Brantas, tempat korban dilaporkan hilang saat kegiatan operasional flushing PLTA berlangsung.
Proses evakuasi dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari unsur petugas terkait, relawan, serta masyarakat setempat. Evakuasi berlangsung dengan penuh kehati-hatian mengingat kondisi arus sungai yang masih cukup deras di beberapa titik.
Hingga proses evakuasi selesai dilakukan, pihak berwenang belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab pasti kematian korban maupun detail identitas lengkapnya, sambil menunggu proses pemeriksaan lebih lanjut.
Peristiwa ini sebelumnya terjadi saat kegiatan flushing PLTA Jegu Wlingi Raya yang menyebabkan perubahan debit dan arus air di Sungai Brantas, sehingga diduga menjadi salah satu faktor yang membahayakan aktivitas warga di sekitar aliran sungai.
Pihak terkait diharapkan dapat melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek keselamatan kegiatan operasional di wilayah sungai, terutama yang berpotensi berdampak terhadap masyarakat sekitar, guna mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari.
Sementara itu, warga sekitar berharap adanya peningkatan sistem peringatan dini serta pengawasan aktivitas di sepanjang aliran Sungai Brantas, mengingat sungai tersebut juga masih dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai aktivitas harian.
Sumber:tim






