PROMO
📢 RadarNusantara7.com – Cepat • Akurat • Terpercaya | Terima Publikasi Berita & Iklan | Hubungi WA: 0823-3388-2911
Dirgahayu Republik Indonesia ke-81
IMG-20260804-WA0271

Morotai, RadarNusantara7.com – Masyarakat di sejumlah desa di Kecamatan Morotai Utara, Kabupaten Pulau Morotai, mulai menghadapi krisis air bersih setelah pelayanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) atau PAM Morotai Utara berhenti beroperasi. Akibat kondisi tersebut, warga kesulitan mendapatkan pasokan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kondisi ini mendapat perhatian serius dari Anggota DPRD Kabupaten Pulau Morotai Daerah Pemilihan (Dapil) II Morotai Timur–Morotai Utara, Sukri Mandea. Ia mendesak Direktur PDAM Kabupaten Pulau Morotai agar segera mengambil langkah cepat dan konkret untuk mengatasi persoalan yang dikeluhkan masyarakat.

Menurut Sukri, salah satu solusi darurat yang perlu segera dilakukan adalah menyiapkan armada mobil tangki air guna mendistribusikan air bersih ke desa-desa yang terdampak.

Setidaknya PDAM harus mengambil langkah alternatif dengan menyediakan mobil tangki air. Ini penting untuk menjawab keresahan masyarakat Morotai Utara yang saat ini sangat membutuhkan air bersih,” ujar Sukri.

Sukri mengungkapkan, berdasarkan informasi yang diterimanya dari masyarakat, terhentinya operasional PAM Morotai Utara diduga disebabkan pencurian kabel instalasi yang merupakan komponen vital dalam sistem pengoperasian fasilitas air bersih. Bahkan, aksi pencurian tersebut disebut telah terjadi sebanyak dua kali.

Informasi yang kami terima dari masyarakat, kabel instalasi PAM yang menjadi komponen penting dalam pengoperasian telah dicuri hingga dua kali. Akibatnya, pelayanan air bersih kepada masyarakat terhenti,” katanya.

Politisi Dapil II itu menilai kejadian tersebut tidak boleh terus berulang. Ia meminta pemerintah daerah dan instansi terkait segera melakukan evaluasi terhadap sistem pengamanan aset daerah, khususnya fasilitas pelayanan publik yang menyangkut kebutuhan masyarakat.

“Peristiwa seperti ini harus menjadi perhatian serius pemerintah dan pihak terkait. Harus ada sistem pengamanan yang lebih baik agar kasus serupa tidak kembali terjadi. Jangan sampai masyarakat terus menjadi korban akibat lemahnya pengawasan terhadap aset daerah,” tegasnya.

Lebih lanjut, Sukri menegaskan bahwa air bersih merupakan kebutuhan dasar yang harus dipenuhi oleh pemerintah. Menurutnya, masih banyak warga Morotai Utara yang sepenuhnya bergantung pada layanan PAM untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, mulai dari air minum, memasak, mandi, mencuci hingga sanitasi.

Air bersih adalah kebutuhan dasar masyarakat. Masih banyak warga yang bergantung pada layanan PAM, terutama bagi keluarga yang tidak memiliki sumber air sendiri. Karena itu pemerintah harus segera hadir memberikan solusi,” ujarnya.

Ia berharap Direktur PDAM Kabupaten Pulau Morotai segera mempercepat perbaikan operasional PAM Morotai Utara sekaligus menyiapkan langkah-langkah darurat agar kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi selama proses pemulihan berlangsung.

“Harapan kami, Dirut PDAM segera menyelesaikan persoalan ini. Jangan sampai masyarakat terlalu lama hidup dalam kondisi kekurangan air bersih,” tutupnya.

Hingga berita ini diterbitkan, Direktur PDAM Kabupaten Pulau Morotai belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab terhentinya operasional PAM Morotai Utara maupun langkah penanganan krisis air bersih yang saat ini dikeluhkan masyarakat.

Reporter: fata

(Redaksi RadarNusantara7.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *