Morotai Utara, 15 Juli 2026 – Seorang pemuda asal Desa Meti, Kecamatan Tobelo Timur, Kabupaten Halmahera Utara, dilaporkan hilang setelah diduga tenggelam saat berenang di kawasan Pantai Desa Bido, Kecamatan Morotai Utara, Kabupaten Pulau Morotai, Rabu (15/7/2026). Hingga Rabu malam, korban yang diketahui bernama Jeit Toga masih dalam proses pencarian oleh personel Polsek Morotai Utara bersama Basarnas, pemerintah daerah, dan masyarakat setempat.
Peristiwa tersebut pertama kali dilaporkan kepada Polsek Morotai Utara sekitar pukul 19.00 WIT melalui pesan WhatsApp dari seorang warga Desa Bido, Olden Tjoha (45). Menindaklanjuti laporan itu, aparat kepolisian langsung bergerak menuju lokasi kejadian guna melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan keterangan para saksi, serta berkoordinasi dengan masyarakat untuk melakukan pencarian.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari para saksi, sekitar pukul 17.30 WIT, tiga pemuda asal Desa Meti berenang di Pantai Bido. Saat itu, kondisi air laut sedang surut sehingga ketiganya berenang cukup jauh dari bibir pantai.
Namun, sekitar 30 menit kemudian, air laut mulai pasang disertai arus yang semakin kuat. Ketiganya pun berusaha kembali ke daratan. Di tengah perjalanan, Jeit Toga diduga mengalami kelelahan dan kesulitan bertahan di permukaan air.
Salah seorang rekannya, Sem Kristian Bilangua (16), sempat meminta korban untuk berpegangan kepada Kristofel Fredik Bilangua (20), sementara dirinya berenang lebih dahulu menuju pantai untuk meminta pertolongan warga. Sayangnya, sebelum bantuan tiba, korban diduga telah kehabisan tenaga dan tenggelam.
Mendapatkan informasi tersebut, warga Desa Bido bersama personel Polsek Morotai Utara segera melakukan pencarian. Dalam proses evakuasi, Kristofel Fredik Bilangua berhasil ditemukan dalam keadaan selamat, sementara Sem Kristian Bilangua juga berhasil menyelamatkan diri. Hingga berita ini diterbitkan, keberadaan Jeit Toga masih belum diketahui.
Diketahui, ketiga pemuda tersebut baru tiba di Pulau Morotai pada Selasa (14/7/2026). Mereka datang untuk bekerja sebagai operator sound system dalam acara pesta pernikahan yang dijadwalkan berlangsung di Desa Bido pada Kamis (16/7/2026).
Kapolsek Morotai Utara menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai langkah penanganan, mulai dari menerima laporan masyarakat, mendatangi lokasi kejadian, meminta keterangan para saksi, melaporkan perkembangan kepada pimpinan, hingga melakukan pencarian bersama masyarakat dan unsur terkait.
“Pencarian sempat dihentikan sementara karena kondisi air laut yang sedang pasang dan arus cukup kuat, sehingga dapat membahayakan keselamatan tim pencari. Operasi pencarian akan kembali dilanjutkan setelah kondisi perairan memungkinkan,” ujar Kapolsek.
Dalam perkembangan penanganan kejadian tersebut, Wakil Bupati Pulau Morotai, Rio Cristian Pawane, yang saat itu berada di Desa Bido, turut melakukan koordinasi dengan Basarnas guna memperkuat proses pencarian korban.
Kapolres Pulau Morotai melalui Kapolsek Morotai Utara mengimbau masyarakat agar selalu mengutamakan keselamatan saat melakukan aktivitas di kawasan pantai maupun laut. Warga diminta memperhatikan kondisi pasang surut air laut, menghindari berenang terlalu jauh dari bibir pantai, serta tidak melakukan aktivitas di perairan tanpa pengawasan.
Hingga saat ini, situasi di lokasi kejadian dilaporkan aman dan kondusif. Polsek Morotai Utara bersama Basarnas, pemerintah daerah, serta masyarakat setempat terus berkoordinasi dan akan melanjutkan pencarian hingga korban berhasil ditemukan.
(Sumber: Humas Polres Pulau Morotai)






