PROMOSI MEDIA : RadarNusantara7.com siap menjadi mitra publikasi terpercaya | Terima pemasangan iklan | Advertorial | Kerjasama media
20 April 2026
Screenshot_20260408_132729.jpg

Radar Nusantara7.Com//ngawi, Selasa (7 April 2026) — Sejumlah siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) Mojokendil, Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk, dilaporkan mengalami mual dan muntah setelah mengonsumsi menu dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang didistribusikan dari SPPG Cengkok.

Peristiwa tersebut terjadi pada siang hari usai para siswa menyantap makanan yang disediakan dalam program pemerintah tersebut. Dugaan sementara, gangguan kesehatan yang dialami siswa berasal dari salah satu jenis sayur yang diduga sudah tidak segar atau berlendir saat disajikan.

Pihak sekolah yang menyadari adanya indikasi makanan tidak layak konsumsi langsung mengambil langkah cepat dengan menghentikan distribusi makanan kepada siswa lainnya. Namun, sebagian siswa telah lebih dahulu mengonsumsi makanan tersebut sehingga mengalami gejala mual dan muntah.

Sebagai langkah penanganan, satu siswa yang mengalami kondisi cukup serius langsung dirujuk ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan medis. Sementara itu, siswa lainnya yang mengalami gejala ringan mendapatkan penanganan awal di lingkungan sekolah. Berdasarkan informasi terakhir, kondisi seluruh siswa dilaporkan berangsur membaik.

Kapolsek Ngronggot, AKP Darminto, saat dikonfirmasi melalui Gatekeeper Radio ANDIKA menyampaikan bahwa pihak terkait, khususnya Dinas Kesehatan, masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut di lokasi kejadian. Pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan penyebab pasti kejadian serta mencegah terulangnya insiden serupa.

Program Makan Bergizi Gratis sendiri merupakan upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi anak-anak sekolah. Namun, kejadian ini menjadi perhatian serius terkait pentingnya pengawasan ketat terhadap kualitas dan keamanan makanan sebelum didistribusikan kepada siswa.

Pihak berwenang diharapkan segera menyelesaikan proses investigasi serta mengambil langkah evaluasi guna memastikan keamanan dan kelayakan makanan dalam program tersebut ke depannya.

Sumber: Andika

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *