PROMO
📢 RadarNusantara7.com – Cepat • Akurat • Terpercaya | Terima Publikasi Berita & Iklan | Hubungi WA: 0823-3388-2911
Screenshot_2026-06-28-00-55-20-454_com.whatsapp.w4b

Radar nusantara 7.com//Kabupaten Bandung – Maraknya dugaan penipuan berkedok reservasi hotel secara online kembali menjadi perhatian publik. Kali ini, masyarakat di wilayah Ciwidey, Kabupaten Bandung, mengeluhkan modus baru yang diduga dilakukan oleh oknum tidak bertanggung jawab dengan mengatasnamakan layanan pemesanan hotel dan meminta korban mentransfer sejumlah uang sebagai deposit atau jaminan akses kamar.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, para pelaku diduga menghubungi calon korban melalui nomor telepon yang tidak dikenal. Korban kemudian dikirimkan dokumen digital yang tampak menyerupai formulir resmi pemesanan hotel lengkap dengan rincian biaya, syarat, hingga ketentuan pembayaran deposit. Modus tersebut dibuat seolah-olah merupakan prosedur resmi agar korban percaya dan segera mentransfer uang.

Tidak berhenti di situ, sejumlah korban juga mengaku mendapat tekanan berupa ancaman akan menyebarluaskan atau memviralkan foto pribadi mereka di media sosial apabila tidak memenuhi permintaan pelaku. Dugaan intimidasi tersebut dinilai sebagai bentuk pemerasan yang memanfaatkan ketakutan korban demi memperoleh keuntungan secara melawan hukum.

Fenomena ini memicu keresahan masyarakat, terlebih di tengah meningkatnya transaksi digital yang semakin mudah diakses. Publik menilai para pelaku sengaja memanfaatkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan pemesanan online dengan menggunakan identitas yang sulit dilacak.

Masyarakat berharap Aparat Penegak Hukum (APH), Pemerintah Kabupaten Bandung, serta instansi terkait segera melakukan penyelidikan secara menyeluruh terhadap dugaan praktik tersebut. Selain mengusut para pelaku, masyarakat juga meminta adanya edukasi yang lebih masif mengenai keamanan transaksi digital agar kasus serupa tidak terus memakan korban.

Pengamat keamanan digital menilai masyarakat perlu lebih berhati-hati terhadap permintaan transfer dana yang dilakukan melalui nomor pribadi atau rekening yang tidak jelas legalitasnya. Setiap transaksi sebaiknya dilakukan melalui kanal resmi dan dapat diverifikasi langsung kepada pihak penyedia layanan.

Radar Nusantara 7 juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap dokumen digital yang belum dapat dipastikan keasliannya, tidak mengirimkan uang kepada pihak yang identitasnya tidak jelas, serta segera melaporkan kepada kepolisian apabila mengalami atau mengetahui dugaan tindak pidana serupa.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak hotel yang namanya tercantum dalam dokumen yang beredar maupun dari kepolisian terkait dugaan kasus tersebut. Oleh karena itu, informasi ini disampaikan sebagai bentuk kewaspadaan kepada masyarakat dengan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah sampai adanya hasil penyelidikan resmi dari pihak berwenang.

Redaksi: Radar Nusantara 7

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *