PROMO
📢 RadarNusantara7.com – Cepat • Akurat • Terpercaya | Terima Publikasi Berita & Iklan | Hubungi WA: 0823-3388-2911
ADVERTISEMENT
Iklan Radar Nusantara
Screenshot_20260226_211139.jpg


Radar Nusantara7.com – Bojonegoro, Kamis 26 Februari 2026 – Bertempat di Markas Kodim 0813 Bojonegoro, Kepala Kejaksaan Negeri Bojonegoro, Bpk. Zondri, S.H., yang diwakili oleh Kepala Seksi Intelijen Bpk. Inal Sainal Saiful, S.H., M.H., menghadiri kegiatan video conference (vicon) Sosialisasi Gerakan Lingkungan Bebas Sampah (Zero Waste) yang diselenggarakan oleh Markas Besar Tentara Nasional Indonesia.


Kegiatan sosialisasi ini merupakan bagian dari upaya mendukung program strategis nasional di bidang pengelolaan lingkungan hidup, khususnya dalam pengurangan dan penanganan sampah secara terintegrasi dan berkelanjutan. Melalui forum vicon tersebut, jajaran TNI bersama unsur Forkopimda dan instansi terkait mendapatkan pemaparan mengenai arah kebijakan serta langkah konkret implementasi gerakan Zero Waste di daerah masing-masing.


Gerakan Lingkungan Bebas Sampah (Zero Waste) diproyeksikan sebagai gerakan terpadu yang bertujuan mengurangi volume sampah sejak dari sumbernya. Pendekatan ini menitikberatkan pada pemilahan sampah, pengolahan yang tepat guna, serta pemanfaatan kembali sampah agar memiliki nilai guna dan nilai ekonomi. Konsep ini juga mendorong perubahan perilaku masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan dengan membiasakan pola hidup yang ramah lingkungan.


Kehadiran perwakilan Kejaksaan Negeri Bojonegoro dalam kegiatan tersebut menjadi bentuk dukungan institusional terhadap sinergi lintas sektor dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Selain aspek edukatif, gerakan Zero Waste juga dinilai memiliki dimensi hukum dan tata kelola, terutama dalam memastikan regulasi pengelolaan sampah dapat dijalankan secara konsisten dan akuntabel.


Melalui sosialisasi ini, diharapkan terbangun komitmen bersama antara TNI, aparat penegak hukum, pemerintah daerah, serta elemen masyarakat untuk bersama-sama mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan bebas dari penumpukan sampah. Implementasi gerakan ini di tingkat daerah diharapkan tidak hanya bersifat seremonial, melainkan berkelanjutan dan terukur hasilnya.


Sumber: Humas
Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *