Radar Nusantara7.com – Nasional — Program Koperasi Merah Putih tengah menjadi perhatian publik setelah muncul dugaan adanya selisih anggaran di sejumlah desa. Berdasarkan informasi yang beredar dari hasil penelusuran awal, alokasi anggaran program tersebut disebut mencapai sekitar Rp1,6 miliar per desa. Namun, realisasi fisik dan operasional di lapangan diklaim baru berkisar Rp900 juta.
Jika angka tersebut benar, terdapat potensi selisih sekitar Rp700 juta per desa yang hingga kini belum dijelaskan secara rinci kepada publik. Sampai saat ini, belum terdapat keterangan resmi dari pihak pengelola program di tingkat nasional yang memberikan klarifikasi maupun verifikasi terhadap data yang beredar tersebut.
Selain persoalan anggaran, isu lain yang turut mencuat adalah terkait kesiapan lahan. Sejumlah desa dilaporkan mengalami kendala akibat tidak tersedianya skema ganti rugi untuk tanah hibah. Di beberapa wilayah, koperasi disebut telah berjalan di atas lahan hibah tanpa kompensasi, sementara di desa lain pembangunan belum terlaksana meskipun anggaran disebut sudah dicairkan.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan mengenai kesiapan administrasi dan teknis sebelum pencairan dana dilakukan, termasuk mekanisme pengawasan terhadap realisasi penggunaan anggaran. Transparansi dan akuntabilitas dinilai menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap program pemberdayaan ekonomi desa tersebut.
Mengacu pada data Badan Pusat Statistik melalui Potensi Desa 2024, Indonesia memiliki 75.753 desa dan 8.486 kelurahan, atau total 84.276 unit setingkat desa. Apabila asumsi selisih Rp700 juta terjadi secara merata di seluruh desa, perhitungan sederhana menunjukkan potensi nilai sekitar Rp58,99 triliun. Meski demikian, angka tersebut masih bersifat estimasi berbasis asumsi dan memerlukan audit resmi guna memastikan validitasnya.
Sejumlah kalangan mendorong agar dilakukan evaluasi menyeluruh, audit independen, serta penyampaian laporan terbuka kepada publik untuk memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai ketentuan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak terkait masih diupayakan untuk dimintai keterangan guna memberikan penjelasan resmi atas berbagai isu yang berkembang.
Sumber: media viral.co






