PROMOSI MEDIA : RadarNusantara7.com siap menjadi mitra publikasi terpercaya | Terima pemasangan iklan | Advertorial | Kerjasama media
20 April 2026
Screenshot_20260222_0946012.jpg


Radar Nusantara7.com – Bojonegoro – Warga Desa Ngantru, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat pria di bawah Jembatan Tunjung, wilayah Ngantru, pada Minggu pagi (22/2/2026) sekitar pukul 05.30 WIB.


Informasi awal yang diterima redaksi menyebutkan bahwa jasad tersebut ditemukan dalam posisi nyungsep di bawah jembatan.

Kondisi tersebut membuat warga sekitar yang pertama kali melihat kejadian tidak berani mendekat karena khawatir dan menunggu pihak berwenang datang ke lokasi.
Penemuan mayat itu sontak menarik perhatian masyarakat sekitar. Beberapa warga memilih menjaga jarak sembari menghubungi perangkat desa dan aparat kepolisian agar segera dilakukan penanganan lebih lanjut.


Pada saat pertama ditemukan, identitas korban belum diketahui secara pasti. Namun berdasarkan informasi sementara yang dihimpun dari sumber di lapangan, korban diduga bernama Mbah Poyo, salah seorang warga Desa Ngantru, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro. Meski demikian, hingga berita ini diturunkan, identitas tersebut masih menunggu konfirmasi resmi dari pihak berwenang.


Belum diketahui secara pasti penyebab kematian korban. Aparat kepolisian bersama tim terkait dikabarkan tengah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi untuk memastikan kronologi dan penyebab peristiwa tersebut.


Pihak keluarga maupun perangkat desa setempat juga disebut telah dihubungi untuk proses identifikasi lebih lanjut. Masyarakat diimbau untuk tidak berspekulasi dan menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada aparat penegak hukum.


Perkembangan lebih lanjut terkait hasil pemeriksaan dan penyebab kematian korban masih menunggu keterangan resmi dari pihak kepolisian.


Sumber: Tim
Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *