BOJONEGORO | Selasa, 7 Juli 2026 | RadarNusantara7.com – Sejumlah warga Desa Ngablak, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, membentangkan sebuah spanduk berisi pesan protes di area proyek pembangunan jembatan penghubung Desa Ngulanan–Desa Ngablak, Selasa (7/7/2026). Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk kekecewaan warga terhadap belum adanya kepastian penyelesaian proyek yang bersumber dari Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD) Tahun Anggaran 2025.
Berdasarkan hasil penelusuran awak media di lokasi, sejumlah warga mengaku sengaja memasang spanduk tersebut sebagai bentuk aspirasi kepada pihak-pihak terkait agar segera memberikan kepastian mengenai kelanjutan pembangunan jembatan yang hingga kini dinilai belum menunjukkan kejelasan.
Spanduk yang dipasang tepat di area proyek itu memuat tulisan bernada protes, di antaranya “BKKD”, “Bantu Korupsi & Solusi untuk Desa”, serta berbagai tanda tangan dan tulisan tangan dari warga. Tulisan tersebut menjadi simbol kekecewaan masyarakat yang berharap pembangunan jembatan dapat segera diselesaikan secara transparan dan sesuai dengan perencanaan.
Dalam perbincangan singkat dengan RadarNusantara7.com, sejumlah warga menyampaikan bahwa jembatan tersebut merupakan akses utama yang menghubungkan Desa Ngulanan dengan Desa Ngablak. Hingga kini, mereka mengaku belum memperoleh kepastian terkait kelanjutan penyelesaian proyek tersebut.
“Kami hanya meminta kejelasan. Kalau memang ada kendala, sampaikan kepada masyarakat secara terbuka. Jangan sampai proyek yang sangat dibutuhkan warga ini terus menggantung tanpa kepastian,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Warga juga meminta kepada Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, instansi teknis terkait, pemerintah desa, serta seluruh pihak yang memiliki kewenangan agar segera memberikan penjelasan mengenai progres pembangunan dan langkah-langkah penyelesaian proyek yang dianggarkan melalui BKKD Tahun Anggaran 2025 tersebut.
Menurut warga, keberadaan jembatan sangat penting untuk menunjang aktivitas masyarakat, mulai dari akses pendidikan, pertanian, perdagangan, hingga mobilitas sehari-hari. Oleh karena itu, mereka berharap pembangunan dapat segera dituntaskan agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.
Hingga berita ini diterbitkan, RadarNusantara7.com masih berupaya melakukan konfirmasi kepada Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, dinas terkait, pemerintah desa, serta pihak pelaksana pekerjaan guna memperoleh penjelasan resmi mengenai perkembangan proyek dan alasan belum rampungnya pembangunan jembatan tersebut.
RadarNusantara7.com akan terus mengawal perkembangan persoalan ini serta memberikan ruang hak jawab kepada seluruh pihak yang berkepentingan sesuai amanat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, sehingga informasi yang disampaikan kepada masyarakat tetap berimbang, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan.
(Redaksi RadarNusantara7.com)






