Morotai Kerusakan tambatan perahu di Desa Kolorai, Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, kini menuai perhatian publik. Hingga kini, masyarakat masi mempertanyakan langkah konkret pemerintah daerah terkait perbaikan tambatan perahu yang menjadi akses penting transportasi laut tersebut.
Pasalnya dari hasil pantauan media ini, Selasa (20/10/2026), sejumlah bagian tambatan perahu mengalami kerusakan, termasuk kolom yang patah. Kondisi itu membuat akses warga untuk berlabuh menjadi terbatas dan berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat maupun kunjungan wisatawan.
Sementara itu, Ais salah seorang warga, ketika diwawancarai ia mengatakan kerusakan tersebut diperkirakan terjadi sejak 2025. Namun, hingga saat ini, perbaikan belum juga terealisasi.
Ais menilai, kondisi tersebut seharusnya menjadi perhatian serius Pemda Morotai, mengingat Kolorai merupakan salah satu desa wisata yang dikunjungi wisatawan lokal maupun nasional.
“Seharusnya pemerintah daerah lebih jeli dalam merancang kebijakan dan menentukan skala prioritas. Jangan sampai promosi pariwisata terus digencarkan, tetapi infrastruktur dasar di destinasi wisata justru dibiarkan rusak,” tegas Ais.
Menurutnya, lambannya penanganan kerusakan tambatan perahu semakin patut dipertanyakan di tengah momentum Karisma Event Nusantara (KEN) yang berkaitan dengan promosi pariwisata. Pemerintah daerah semestinya tidak hanya berfokus pada promosi dan penyelenggaraan kegiatan, tetapi juga memastikan infrastruktur penunjang pariwisata tersedia dalam kondisi layak dan aman.
Ais menegaskan, promosi pariwisata tidak akan memberikan dampak maksimal apabila akses dasar menuju destinasi masih bermasalah. Kerusakan tambatan perahu, kata dia, bukan sekadar persoalan fasilitas, melainkan menyangkut kelancaran transportasi warga, kenyamanan wisatawan, dan aspek keselamatan saat beraktivitas di kawasan tersebut.
Disisi lain ia meminta Pemda Morotai segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki tambatan perahu Desa Kolorai. Ia juga mendesak pemerintah memberikan kepastian mengenai waktu pelaksanaan perbaikan agar persoalan tersebut tidak terus berlarut-larut.
“Pemerintah harus segera turun tangan dan memberikan kepastian. Masyarakat membutuhkan tindakan nyata, bukan sekadar janji, karena tambatan perahu ini sangat penting bagi aktivitas warga dan akses wisatawan,” tandasnya.
Ais menyebut bahwa Persoalan tambatan perahu ini bukan baru Harini dan seharusnya menjadi pekerjaan rumah bagi Pemda Morotai dalam memastikan pembangunan sektor pariwisata berjalan secara menyeluruh.
Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan resmi dari pemerintah daerah mengenai rencana perbaikan maupun kepastian jadwal penanganan kerusakan tambatan perahu Desa Kolorai.(fhm)






