PROMO
📢 RadarNusantara7.com – Cepat • Akurat • Terpercaya | Terima Publikasi Berita & Iklan | Hubungi WA: 0823-3388-2911
ADVERTISEMENT
Iklan Radar Nusantara
IMG-20260329-WA0123.jpg

Radar Nusantara 7.Com//Sumenep, Minggu (29 Maret 2026) — Pencak Silat Perisai Putih Nusantara (PP Nusantara) resmi dideklarasikan di Pendopo Agung Kraton Sumenep dalam sebuah acara yang berlangsung khidmat, berwibawa, dan sarat nuansa budaya. Momentum ini menjadi penegasan komitmen bersama dalam menjadikan pencak silat sebagai wadah persatuan, pelestarian budaya, serta pembinaan karakter generasi muda.


Rangkaian kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang diikuti seluruh tamu undangan, peserta, serta insan persilatan. Suasana penuh khidmat tersebut menegaskan bahwa pencak silat bukan sekadar seni bela diri, melainkan bagian dari identitas nasional yang tumbuh dari akar budaya bangsa.


Acara kemudian dilanjutkan dengan penampilan atraksi persilatan dari anggota PP Nusantara. Pertunjukan tersebut menampilkan ketangkasan gerak yang berpadu dengan nilai estetika, kedisiplinan, kekompakan, serta penghormatan terhadap guru dan warisan leluhur.


Deklarasi PP Nusantara tidak hanya menjadi seremoni organisasi, tetapi juga momentum penting untuk memperkuat komitmen moral dan kultural dalam menjaga nilai-nilai luhur pencak silat. Nilai persaudaraan, adab, disiplin, sportivitas, dan persatuan ditegaskan sebagai fondasi utama dalam perjalanan organisasi ke depan.


Di tengah derasnya arus modernisasi dan kompleksitas tantangan sosial, kehadiran PP Nusantara dinilai sebagai langkah strategis dalam menjaga eksistensi pencak silat agar tetap hidup, berkembang, dan relevan di tengah masyarakat.


Kegiatan tersebut turut mendapat perhatian dari berbagai unsur penting daerah. Sejumlah perwakilan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) hadir memberikan dukungan. Meski beberapa pejabat utama berhalangan hadir secara langsung, dukungan tetap mengalir melalui perwakilan resmi dari pemerintah daerah, kepolisian, TNI, kejaksaan, hingga lembaga peradilan.


Tak hanya itu, deklarasi ini juga dihadiri oleh unsur Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) serta berbagai perguruan silat di Kabupaten Sumenep. Kehadiran berbagai elemen tersebut menjadi sinyal positif bahwa dunia persilatan di daerah ini semakin mengarah pada suasana yang harmonis, dewasa, dan berorientasi pada persatuan.


Dalam sambutan panitia, ditegaskan bahwa pencak silat memiliki peran lebih luas dari sekadar bela diri. Pencak silat merupakan media pendidikan karakter yang mengajarkan nilai adab, penghormatan kepada guru, pengendalian diri, serta semangat menjaga persatuan bangsa.
Pemilihan Pendopo Agung Kraton Sumenep sebagai lokasi deklarasi dinilai memiliki makna mendalam. Sebagai salah satu simbol kebudayaan di Sumenep, tempat tersebut menghadirkan nuansa sakral yang sejalan dengan ruh pencak silat sebagai warisan budaya Nusantara.


Lebih dari sekadar agenda simbolik, deklarasi ini diharapkan menjadi titik awal lahirnya pembinaan generasi muda yang lebih terarah, baik dalam aspek atletik, mental, kedisiplinan, maupun pembentukan karakter.
Dengan dukungan dari berbagai unsur, PP Nusantara diharapkan mampu berperan aktif dalam membangun ekosistem pencak silat yang sehat, kompetitif, dan berbudaya. Pencak silat pun ditegaskan sebagai perekat persaudaraan, bukan sumber perpecahan.


Deklarasi di jantung budaya “Kota Keris” ini menjadi penanda bahwa pencak silat bukan sekadar warisan masa lalu, tetapi juga kekuatan masa depan yang harus terus dijaga, dirawat, dan dikembangkan demi kemajuan sosial budaya masyarakat.

Sumber:yulinda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *