PROMO
📢 RadarNusantara7.com – Cepat • Akurat • Terpercaya | Terima Publikasi Berita & Iklan | Hubungi WA: 0823-3388-2911
ADVERTISEMENT
Iklan Radar Nusantara
Screenshot_2026-06-05-12-58-57-761_com.facebook.lite-edit

Radar nusantara 7.com//Bojonegoro, Jawa Timur – Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur–Bali melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 4.6 Provinsi Jawa Timur terus melaksanakan Paket Preservasi Jalan dan Jembatan pada ruas strategis Babat – Bojonegoro – Padangan – Ngawi. Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga dan meningkatkan kualitas infrastruktur transportasi guna mendukung mobilitas masyarakat serta pertumbuhan ekonomi daerah.

Paket preservasi tersebut mencakup penanganan jalan sepanjang 4,72 kilometer dan pemeliharaan dua jembatan dengan total panjang 49 meter, yakni Jembatan Budug dan Jembatan Sumberrejo. Kegiatan ini menjadi salah satu langkah penting dalam memastikan kondisi jalan nasional tetap berada pada tingkat pelayanan yang optimal, aman, dan nyaman bagi pengguna jalan.

Berdasarkan informasi yang disampaikan BBPJN Jawa Timur–Bali, sejumlah pekerjaan saat ini sedang berlangsung di lapangan. Di antaranya meliputi pemadatan timbunan, penghamparan material timbunan, pemasangan batu proteksi pada bagian abutmen jembatan, hingga pengecatan rangka jembatan guna menjaga kekuatan konstruksi serta memperpanjang usia layanan infrastruktur tersebut.

Selain pekerjaan rutin pemeliharaan, paket preservasi ini juga mencakup berbagai jenis penanganan teknis seperti rehabilitasi minor jalan, rekonstruksi jalan pada titik-titik yang mengalami kerusakan, pemeliharaan berkala jembatan, serta rehabilitasi jembatan untuk memastikan struktur tetap memenuhi standar keselamatan dan kelayakan operasional.

Ruas Babat – Bojonegoro – Padangan – Ngawi merupakan salah satu jalur penting yang menghubungkan berbagai pusat aktivitas ekonomi, perdagangan, dan distribusi logistik di wilayah Jawa Timur. Oleh karena itu, keberadaan infrastruktur yang mantap dan berfungsi dengan baik menjadi faktor penting dalam mendukung kelancaran arus barang dan jasa serta mempercepat konektivitas antarwilayah.

Pihak BBPJN Jawa Timur–Bali menegaskan bahwa kegiatan preservasi tidak hanya bertujuan memperbaiki kerusakan yang ada, tetapi juga menjaga agar kondisi jalan dan jembatan tetap optimal dalam jangka panjang. Dengan pemeliharaan yang berkelanjutan, biaya perbaikan besar di masa mendatang dapat diminimalkan, sekaligus meningkatkan keselamatan pengguna jalan.

Di sisi lain, masyarakat dan pengguna jalan diharapkan dapat mendukung pelaksanaan pekerjaan dengan mematuhi rambu-rambu lalu lintas yang dipasang di area proyek. Kehati-hatian selama melintasi lokasi pekerjaan menjadi penting untuk menjaga keselamatan bersama serta memperlancar proses pelaksanaan proyek hingga selesai sesuai target.

Keberhasilan program preservasi ini diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, mulai dari meningkatnya kenyamanan perjalanan, berkurangnya risiko kecelakaan akibat kerusakan jalan maupun jembatan, hingga meningkatnya efisiensi waktu dan biaya transportasi.

Dengan terus berjalannya pekerjaan preservasi pada ruas Babat – Bojonegoro – Padangan – Ngawi, pemerintah menunjukkan komitmennya dalam menjaga kualitas infrastruktur nasional sebagai tulang punggung konektivitas wilayah. Infrastruktur yang andal diyakini akan menjadi salah satu faktor utama dalam mendorong pemerataan pembangunan, memperkuat sektor logistik, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Jawa Timur dan sekitarnya.

Sumber:(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *