MOROTAI, Radar Nusantara 7.com — Kerusakan talud penahan ombak di Desa Doku Mira, Kecamatan Morotai Timur, Kabupaten Pulau Morotai, semakin mengkhawatirkan. Sejumlah bagian talud dilaporkan patah, retak hingga ambruk akibat hantaman gelombang laut.
Kondisi tersebut mendapat perhatian serius DPRD Kabupaten Pulau Morotai. Ketua DPRD Pulau Morotai Muhammad Rizki bersama sejumlah anggota DPRD turun langsung ke lokasi untuk mengecek kondisi talud dan melihat titik-titik kerusakan, Rabu (2/9/2026).
Dalam kunjungan tersebut turut hadir Jainudin Papala (PKS), Suhari Lohor (PKS), Naswin Rowo (PKB), Hi. Zainal Karim, Sukri Mandea (Demokrat), serta Yafet Sidigol (PDIP).
Di lokasi, rombongan DPRD melihat langsung kondisi talud yang berada di kawasan pesisir. Sejumlah bagian bangunan mengalami keretakan, patah bahkan ambruk. Material batu dan pasir juga tampak berserakan di sekitar lokasi.
Ketua DPRD Pulau Morotai Muhammad Rizki mengatakan, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Pulau Morotai untuk mencari langkah penanganan terhadap kerusakan tersebut.
Menurut Rizki, kondisi talud sudah cukup serius karena terdapat bagian bangunan yang patah dan berpotensi mengancam rumah warga yang berada di kawasan pesisir.
Kami akan berkoordinasi dengan Dinas PU Morotai agar bisa dianggarkan melalui Dana BTT, karena kondisi kerusakan taludnya sudah patah dan bisa mengancam rumah warga,” kata Rizki.
Rizki menegaskan, hasil pengecekan lapangan tersebut akan menjadi bahan DPRD untuk mendorong pemerintah daerah mengambil langkah penanganan secepatnya.
Ia menilai, pemerintah tidak boleh menunggu kerusakan semakin parah, mengingat talud tersebut memiliki fungsi penting untuk melindungi permukiman warga dari hantaman gelombang laut.
Sementara itu, anggota DPRD Komisi III Naswin Rowo mengatakan, peninjauan dilakukan untuk memastikan secara langsung kondisi sejumlah titik talud yang mengalami kerusakan.
Tujuan kami turun ke lapangan ini untuk melihat sejumlah titik kerusakan yang ada,” ujar Naswin.
Kerusakan talud di Desa Doku Mira sebelumnya telah berdampak terhadap masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir. Lebih dari 20 rumah warga dilaporkan terdampak genangan air laut ketika terjadi pasang tinggi.
Kondisi tersebut membuat warga semakin khawatir. Terlebih, sejumlah bagian talud telah terkikis dan mengalami kerusakan sehingga dikhawatirkan tidak lagi mampu menahan tekanan gelombang laut.
Warga berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki talud sebelum kerusakan semakin meluas dan air laut kembali masuk ke kawasan permukiman.
Selain mendorong penanganan melalui Dana BTT, DPRD Pulau Morotai juga akan memastikan status kewenangan pembangunan maupun pemeliharaan talud tersebut.
Apabila talud tersebut merupakan kewenangan pemerintah pusat melalui balai terkait, pemerintah daerah didorong segera melakukan koordinasi dengan instansi berwenang agar penanganan dapat dilakukan tanpa menunggu kondisi semakin parah.
DPRD Pulau Morotai berharap persoalan talud Doku Mira tidak dibiarkan berlarut-larut. Sebab, keberadaan talud tersebut berkaitan langsung dengan perlindungan permukiman dan keselamatan warga yang tinggal di kawasan pesisir.
Redaksi Radar Nusantara 7






